Taiki
Jadi kamu kenapa sih datang ke Jepang? Pasti karena mau berburu ikemen, ya?

Hicha
Ih... nuduh... aku datang ke Jepang ya buat belajar, lah!

Taiki
Kalau itu kan bisa di mana aja, nggak perlu di Jepang...

Hicha
Iya sih... Hmm... Selain itu ya karena naksir dengan budaya-nya kali, ya...

Taiki
Hoo... Iya sih ya... Budaya Jepang kan emang unik dan khas banget, dan yang paling penting masih dijaga sampai sekarang! Hohoho...

Hicha
Kenapa jadi kamu yang narsis? -_-

1. Kimono

Taiki
Yang pertama dan langsung keliatan “Jepang banget”, pasti kimono, ya!

Hicha
Kupikir juga gitu!

Taiki
Kimono itu sebenarnya berasal dari kata 着る(kiru) yang artinya pakai dan 物 (mono) benda atau barang.

Hicha
Jadi Kimono itu bisa diartikan “pakaian”, dong?

Taiki
Betulll!!

Hicha
Tapi kok image-nya tuh kimono itu pakaian tradisional Jepang yang dipakai di acara-acara besar, gitu ya?

Taiki
Ada berbagai macam kimono, tau... ada Yukata yang biasa dipakai di musim panas,

Taiki
Ada Furisode yang biasa digunakan pada acara-acara tertentu, dan ada juga Hakama yang biasanya dipakai saat kelulusan.

Hicha
Oh... jadi nama secara umum itu Kimono dan ada berbagai nama untuk berbagai jenis, gitu, ya...

2. Sushi

Taiki
Selain pakaian, tentu aja yang terkenal dari Jepang itu makanannya dong, ya...

Hicha
Iya, makanan Jepang itu rasanya khas.

Taiki
Makanan Jepang itu rasanya nggak terlalu kuat supaya menjaga rasa asli dari bahan-bahannya

Hicha
Iya... Sayangnya buat penggemar nasi Padang dan micin, rasa makanan Jepang jadi kayak hambar gitu, deh...

Taiki
Padahal micin kan ditemukan pertama kali di Jepang...

Hicha
Eh, serius?

Taiki
Dua rius keleus... Jadi menurut kamu apa makanan yang “Jepang banget”?

Hicha
Hmm... Sushi kali ya? Kan makan ikan mentah tuh populer karena Sushi...

Taiki
Betul... Sekarang malah banyak jenis Sushi yang di Jepang sendiri nggak ada, kayak California Roll, gitu-gitu...

Hicha

Eh... enak lho padahal California Roll mah... cocok buat yang nggak terlalu suka ikan mentah...

 

Taiki
Tapi itu bukan Sushi! Sushi yang asli tuh begini...

Hicha
Ih... ribet banget, dah! Selama bisa dimakan, jangan dibikin ribet lah...

Taiki
Yah... aku kan cuma ngasih tau... aku juga suka eksplorasi makanan kok...

Hicha
Btw, ada caranya nggak supaya makan Sushi dengan lebih nikmat?

Taiki
Ada dong... Cara makan Sushi tradisional itu begini:
  1. - pertama, siapkan shoyu kira-kira 20cc
  2. - ambil sushi yang disediakan dengan tangan (tidak perlu menggunakan sumpit)
  3. - gunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah
  4. - masukkan Sushi ke dalam shoyu dengan dibalik, usahakan nasi tidak menyentuh shoyu
  5. - angkat kepala kira-kira 45 derajat dan masukkan Sushi ke dalam mulut dengan dengan nasi berada di atas, atau hanya lauk yang menyentuh lidah pertama kali
  6. - jika ingin menambah wasabi, oleskan di atas lauk, bukan dicampur di shoyu

Taiki
Kira-kira gitu deh...

Hicha
Wah... berarti selama ini cara makanku salah dong?

Taiki
Yaudah sih... nggak apa-apa kok... cara makan seperti itu biasanya untuk kedai Sushi yang udah bintang 3 Michelin Star, kayak mampu aja kamu makan di situ...

Hicha
Kan ditraktir Taiki 😛

3. Ikebana

Taiki
Karena agama Buddha datang dan berkembang di Jepang, budaya mempersembahkan bunga untuk kuil juga jadi berkembang di sini.

Hicha
Mempersembahkan bunga?

Taiki
Iya, dari situlah muncuk Ikebana atau disebut juga Kado.

Hicha
Kado hadiah?

Taiki
Jangan dicampur-campur lah bahasanya mah!

Hicha
Hehehe... Oh, jadi Ikebana itu berawal dari mempersembahkan bunga untuk kuil Buddha tho... kupikir cuma kegiatan merangkai bunga aja.

Taiki
Jangan salah... merangkainya nggak bisa sembarangan, ada aturannya, lho!

Hicha
Oh ya? Emang gimana gitu aturannya?

Taiki
Ada tiga jenis gaya merangkai bunga dalam Ikebana, yang pertama 立花 (tatebana atau rikka) yang mengedepankan tampilan landscape tanaman, lalu ada 生花 (shoka) yang berkembang sesudah restorasi Meiji, dan yang terakhir 自由化 (jiyuka) yang seperti artinya bersifat bebas.

Hicha
Oh... gaya bebas gitu ya?

Taiki
Tapi cara ngebedainnya gimana aku juga nggak terlalu ngerti, sih...

Hicha
Lah pegimana?

Taiki
Yah... mau gimana lagi... Cuma orang-orang dengan berkelas dengan taste yang tinggi yang ngerti! Apalagi perlu belajar bertahun-tahun biar jadi ahli Ikebana ini, lho...

Hicha
Hmm... cewek zaman sekarang mah kayaknya lebih milih bunga deposito, deh!

Taiki
Itu mah kamu aja yang matre!!

Hicha
Yee...

4. Chado (Upacara minum teh)

Taiki
Sebenarnya Ikebana atau Kado itu adalah salah satu dari tiga “seni pemurnian” klasik Jepang bareng Sado atau upacara minum teh dan Kodo atau seni menghargai dupa.

Hicha
Upacara minum teh sih aku udah pernah dengar, tapi kalau seni menghargai dupa baru tau...

Taiki
Kali ini sih kita mau ngobrolin tentang upacara minum teh aja, yang tentang dupa lain kali aja, ya...

Hicha
Kok gitu?

Taiki
Ya suka-suka aku lah!

Hicha
Zzz...

Taiki
Sebenarnya budaya upacara minum the ini dibawa oleh seorang biksu Buddha sekembalinya belajar dari China sekitar abad 9, terus karena disukai kaisar saat itu, jadi diperintahkanlah budidaya the di daerah Shiga untuk pertama kalinya di Jepang.

Hicha
Wah... udah lama banget, ya!

Taiki
Upacara minum the ini juga nggak bisa dilakukan sembarangan, training-nya aja bisa makan waktu bertahun-tahun, lho!

Hicha
Serius?

Taiki
Karena training-nya mendetil sehingga tampak elegan gitu, pokoknya nggak cocok buat kamu, deh!

Hicha
Gue juga bisa elegan, kali!

Taiki
Yang begini ini dari mana elegan-nya? :p

Hicha
Ish... awas lu ya!

5. Shodo

Taiki
Satu lagi budaya khas Jepang, tentu aja Shodo alias kaligrafi

Hicha
Ini mah nggak cuma di Jepang aja, keleus...

Taiki
Iya sih, apalagi kaligrafi-nya Jepang dngan huruf kanji yang dibawa dari China...

Hicha
Tuh, kan!

Taiki
Tapi tunggu dulu, Bahasa Jepang dan huruf kanji-nya berkembang luas dan menyebabkan adanya ciri khas tersendiri.

Hicha
Oh ya?

Taiki
Belum lagi kalau digabung dengan hiragana dan katakana, jadi beda banget dengan kaligrafi China.

Hicha
Eh? Emang ada gitu kaligrafi yang menggunakan hiragana dan katakana?

Taiki
Hmm... bukan kaligrafi sih sebenarnya, tapi novel yang dibuat oleh Murasaki Shikibu di awal abad 11, adalah novel pertama di dunia dan semuanya ditulis dengan menggunakan huruf hiragana, lho!

Hicha
Wah... kalau pakai hiragana gitu kan jadi panjang banget, ya?

Taiki
Betul, belum lagi ada banyak kata homonim dan homofon dalam Bahasa Jepang, makanya pembahasan novel ini masuk dalam mata pelajaran Bahasa Jepang di sekolah.

Hicha
Kayak Pendidikan sastra gitu, ya... Di Indonesia mungkin mirip dengan pembahasan kitab Nagarakretagama-nya Empu Prapanca, kali ya...

Taiki
Ini dari ngomongin kaligrafi kok jadi kemana-mana gini ya?

Hicha
Biarin ah! Hahaha...

6. Origami

Taiki
Kalau origami kamu pasti tau kan?

Hicha
Ya tau lah... Dari TK juga udah main.

Taiki
Origami berasal dari kata 折り(ori) yang artinya melipat dan 紙(kami) yang artinya kertas.

Hicha
Yah, jadi dari kata yang langsung berarti “melipat kertas”, ya?

Taiki
Iya. Seni melipat kertas ini nggak tau deh awalnya gimana munculnya, tapi ada acara khusus melipat kertas di upacara pernikahan Shinto sejak zaman Edo.

Hicha
Acara melipat kertas bareng-bareng?

Taiki
Iya kali ya? Aku kan nggak hidup di zaman Edo...

Hicha
Ya kali aja kamu sebenarnya bukan manusia, tapi hantu zaman Edo... wkwk

Taiki
Oi!

Hicha
Terus?

Taiki
Origami ini juga ada bermacam-macam Teknik, dengan kertas khusus dan alat pelipat khusus.

Hicha
Wah... sampai ada alat khususnya?

Taiki
Tentu aja dong! Kan orang Jepang kalau melakukan sesuatu itu total dan harus perfect!

Hicha
Yayayaya... tapi Taiki kok nggak gitu ya? 😛

Taiki
Aku orang Jepang murtad. Hahaha

Hicha
Tapi itu khusus untuk yang udah ahli kan ya? Buat kita-kita mah bikin origami seperti yang diajarin guru TK atau SD aja.

7. Samurai

Taiki
Lanjut ke samurai. Di bayangan kamu samurai itu apa?

Hicha
Hmm... ksatria berpedang kayak Rurouni Kenshin!

Taiki
Kebanyakan nonton anime kamu ah!

Hicha
Hehehe

Taiki
Samuari itu sebenarnya salah satu kasta di Jepang zaman dulu.

Hicha
Oh iya, di budaya Hindu di Indonesia juga ada kayaknya, kalau nggak salah pernah diajarin di sekolah!

Taiki
Nah, mereka ini dulunya di-hire sama kaisar sebagai prajurit dan pelindung kerajaan. Mereka sudah ada sejak zaman Nara lho!

Hicha
Kapan tuh?

Taiki
Kira-kira abad ke-7. Setelah zaman Shogun Tokugawa, dibentuklah angkatan bersenjata dan para Samurai ini tentu aja masuk di dalamnya.

Hicha
Kalau zaman sekarang?

Taiki
Nah, karena restorasi Meiji, kekuasaan Samurai ini dibabat habis dan hanya disisakan benar-benar sebagai angkatan bersenjata saja. Makanya banyak timbul konflik, bahkan ada kisah Byakkotai atau bunuh diri massal para Samurai yang nggak mau tunduk sama kaisar.

Hicha
Susah ya kalau udah menyangkut kekuasaan...

8. Geisha

Taiki
Kalau Samurai itu dikenal sebagai ksatria laki-laki dari Jepang, yang perempuannya apa hayo?

Hicha
Hmm... AKB48?

Taiki
Ih kamu mah... orang lagi serius juga...

Hicha
Lah kan bener, AKB48 juga khas Jepang banget!

Taiki
Tapi kan baru muncul di abad 21!

Hicha
Geisha ya?

Taiki
Betulll... Geisha ini sebenarnya perempuan-perempuan Jepang di-training khusus untuk menampilkan kebudayaan tradisiona Jepang, seperti kesenian, tarian, nyanyian, dan lain-lain dengan menggunakan kostum tradisional.

Hicha
Sayangnya, image yang umumnya beredar Geisha ini seperti PSK gitu ya!

Taiki
Iya, padahal yang beneran PSK itu namanya Oiran. Oiran ini penampilannya mirip Geisha dan karena banyaknya orang barat yang berinteraksi dengan Oiran di zaman perang dunia, jadinya malah salah persepsi dan dianggap Geisha juga PSK.

Hicha
Jadi Geisha itu sebenarnya siapa?

Taiki
Kata Geisha berasal dari 芸(gei) yang artinya seni, dan 者(sya) yang artinya orang. Jadi dengan kata lain Geisha artinya ya artis, ada juga istilah 芸妓 (geiko) yang artinya perempuan seni dan 舞子(maiko) yang merupakan Geisha yang masih dalam masa pelatihan.

Hicha
Geisha ini pelatihannya lama dan bertahun-tahun kan ya?

Taiki
Iya, ada level-levelnya gitu. Mulai dari diterima dan dikontrak di Okiya (Geisha Houses), terus di-training. Nah, training-nya ini mahal banget dan dianggap utang dan harus dibayar dengan pendapatannya di kemudian hari...

Hicha
Kenapa kayak KPop Idol?

Taiki
Mungkin mengambil ide dari situ, kali? Ini kan website Jepang, kok kamu ngomongin KPop?

Hicha
Kan tetanggaan... Hehehe...

Taiki
Kemudian Maiko ini akan “learning by watching” jadi duduk melihat cara Geisha berinteraksi dengan pelanggan. Setelah itu ke level magang selama 5 tahun.

Hicha
Lama juga ya! Lebih lama dari kuliah S1!

Taiki
Kan banyak yang harus mereka pelajari, mulai dari belajar tea ceremony, main shamisen (alat music tradisional Jepang), menari, dan lain-lain.

Hicha
Sampai sekarang juga selama itu?

Taiki
Iya. Makanya, kalau zaman dulu biasanya dimulai dari usia 6 tahun, kalau zaman sekarang baru boleh setelah tamat SMP. Tapi banyak juga yang memilih menjadi Geisha setelah tamat SMA bahkan kuliah.

9. Anime dan Manga

Hicha
Dari tadi berbau jadul terus nih...

Taiki
Iya deh, sekarang kita ngomongin yang agak baruan dikit.

Hicha
Apa?

Taiki
Anime!

Hicha
Anime mah bukan asli Jepang, kan berasal dari kata “animation” bukan? Malah kayaknya lebih Jepang banget Manga!

Taiki
Tapi kan anime tuh identik dengan animasi Jepang.

Hicha
Iya sih...

Taiki
Anime di Jepang sendiri muncul dalam bentuk iklan di awal abad ke-20. Kemudian semakin dikenal secara internasional saat karya-karya Osamu Tezuka meledak sekitar tahun 60an.

Hicha
Saat ini ada banyak studio produksi anime yang terkenal seperti Studio Ghibli dengan film-film animasi karya Hayao Miyazaki, ada juga CoMix Wave Films yang memproduksi film-film karya Makoto Shinkai.

Taiki
Wah... kamu tau banyak juga ya!

Hicha
Kalau manga sendiri gimana? Sejak kapan berkembang di Jepang?

Taiki
Hmm... Setau aku manga itu mulai berkembang di zaman Edo. Dulu itu sih masih berbentuk kertas digulung dengan cara baca dari kanan ke kiri. Kalau manga di zaman setelah perang dipopulerkan oleh Osamu Tezuka yang terkenal dengan Astro Boy-nya dan Machiko Hasegawa dengan Sazae-san.

Hicha
Setelah itu sampai sekarang ada buanyaaaak banget manga yang beredar di pasaran.

Taiki
Benerrr! Dan persaingannya jadi Mangaka atau Manga artist juga nggak gampang. Kebanyakan mulai belajar dari kecil, ikut club Manga di sekolah, jadi asisten Mangaka terkenal, baru deh bisa debut...

Hicha
Udah bisa debut pun, belum tentu bisa bertahan terus. Dunia Mangaka mirip dunia artis lainnya, susah masuk, susah bertahan, mudah dilupakan...

Taiki
Yah, namanya aja hidup...

Hicha
Tumben bijak! 😛

10. Gunpla

Taiki
Nah, dari berkembangnya Anime, ada satu lagi yang ikut berkembang, yaitu Gunpla atau Gundam Plastic atau Gundam model

Hicha
Kit dan mainan model Gundam ini sudah pasti mulai berkembang karena anime Gundam, kan?

Taiki
Yaiyalah! Perusahaan pengembangnya sih Bandai, awalnya dulu perusahaan video game, tapi sekarang lebih fokus ke produksi mainan, software, dan produksi film dan anime.

Hicha
Gunpla ini juga belum lama-lama amat kan ya?

Taiki
Iya. Setelah film Mobile Suit Gundam terkenal di tahun 1979, setahun kemudian Gunpla kits juga mulai dijual. Hampir semua peralatan yang muncul di film tersebut kayak mobile suit, pesawat tempur, sampai kapal induk dijadikan model kit.

Hicha
Model kit berarti dirakit sendiri?

Taiki
Yah, namanya aja model kit, ya untuk dirakit sendiri. Ada berbagai macam skala, semakin besar model-nya semakin mendekati detil yang di dunia nyata.

Kesimpulan

Jepang sebagai negara kepulauan yang tertutup dari dunia luar menjadikannya negara dengan campuran budaya luar yang minimalis. Karena itu kebudayaan yang berkembang jadi khas Jepang banget. Meskipun demikian, seiring dengan semakin terbukanya Jepang, terjadi pula asimilasi budaya yang justru membuat hal-hal yang khas Jepang semakin berkembang.

Kalo kamu suka
tolong follow ya

Kita sampaikan Artikel Terbaru!

Follow Twitter

Artikel Dianjurkan